Laman

Powered by Blogger.

Latest Post

Lazada Indonesia

Terlibat Suap, Menteri Dilaporkan ke KPK

Kabar Palembang - Juru Bicara Koalisi Anti Mafia Hutan, Tama S Langkung, mengatakan, pihaknya telah memiliki 16 nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dan suap sektor sumber daya alam (SDA) di tiga provinsi di Indonesia. Dari sejumlah nama yang telah dikantongi itu, tiga di antaranya merupakan menteri dan mantan menteri.

"Tercatat ada 16 aktor, di antaranya ada menteri dan mantan menteri sejumlah tiga orang," kata Tama di Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Meskipun mengaku ada keterlibatan menteri pada kasus yang berpotensi menyebabkan kerugian negara di atas Rp 2 triliun tersebut, Tama masih enggan membongkar siapakah identitas menteri dan mantan menteri tersebut.

Menurutnya, dirinya terpaksa menjaga kerahasiaan data yang dimilikinya sebelum KPK mengumumkan langsung nama-nama itu ke publik. Selain menteri, Tama mengatakan, ada sejumlah pejabat daerah dan pengusaha yang juga turut terlibat dalam kasus dugaan korupsi sektor SDA ini. Meski demikian, lagi-lagi dia enggan menyebutkan siapakah nama-nama pejabat dan pengusaha yang dimaksud.

Dia hanya membocorkan komposisi para pejabat dan pengusaha tersebut, yakni kepala daerah/mantan kepala daerah (lima orang), pejabat kementerian (satu orang), pejabat di lingkungan pemda (satu orang), dan direktur perusahaan (enam orang).

"Hari Jumat (14/6/2013) mendatang, kami akan laporkan kasus ini ke KPK," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Anti Mafia Hutan melakukan investigasi terhadap kasus dugaan korupsi dan suap di sektor SDA di tiga provinsi di Indonesia, yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Tim investigasi yang dilakukan selama enam bulan pada 2012-2013 menemukan adanya lima kasus dugaan korupsi dan suap yang terjadi di ketiga provinsi tersebut.

"Yang pasti sejauh ini, bukti slip terima tercatat ada perbankan. Ada penerimaan ke beberapa pejabat negara," ungkapnya.

Berikut hasil investigasi Koalisi Anti Mafia Hutan dalam kasus dugaan korupsi dan suap di sektor SDA.
  1. Laporan dugaan korupsi PT PN VII (cinta manis) di Sumatera Selatan senilai Rp 4.847.700.000
  2. Dugaan korupsi pemberian IUPHHK-HTI di Kawasan Hutan Rawa Gambut Merang-Kepayang senilai Rp 1.762.453.824.120
  3. Dugaan gratifikasi proses penerbitan izin usaha pertambangan di Kota Samarinda senilai Rp 4.000.000.000
  4. Dugaan korupsi alih fungsi Kawasan Hutan Lindung menjadi Perkebunan Sawit di Kabupaten Kapuas Hulu senilai Rp 108.922.926.600
  5. Dugaan korupsi penerbitan izin IUPHHK-HTI PT di Kalimantan Barat senilai Rp 51.553.374.200
Sumber: Kompas.Com

Diduga korupsi SDA, 3 menteri akan dilaporkan ke KPK

Kabar Palembang - Koalisi Anti Mafia Hutan mengklaim bahwa pihaknya sudah mengantungi dugaan keterlibatan 10 pejabat tinggi dalam korupsi sumber daya alam (SDA) di beberapa daerah di Indonesia.

Juru Bicara Koalisi Anti Mafia Hutan, Tama S Langkun mengungkapkan, dari investigasi yang mereka lakukan telah menemukan lima kasus yang terindikasi pada tindakan korupsi. Dari kasus tersebut, diketahui ada peran pejabat serta pengusaha dalam permasalahan yang mereka temukan.

“Tercatat ada 16 aktor. Mereka antara lain menteri/mantan menteri sejumlah tiga orang, kepala daerah/ mantan kepala daerah lima orang, pejabat kementerian satu orang, pejabat di lingkungan pemda satu orang dan direktur perusahaan enam orang,“ kata Tama dalam konfrensi pers yang dilakukan di Cikini, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Lima kasus tersebut dipaparkan Tama, seperti laporan dugaan korupsi PTPN VII (cinta manis) di Sumatera Selatan dengan nilai potensi kerugian negara sebesar Rp4.847.700.000. Kemudian, ada dugaan korupsi pemberian IUPHHK-HTI di kawasan hutan rawa Gambut Merang-Kepayang dengan nilai kerugian Rp1.762.453.824.120.

“Ada juga temuan suap sebesar Rp4.000.000.000 pada dugaan gratifikasi proses penerbitan izin usaha pertambangan di Kota Samarinda,“ungkap Tama.

Selain itu, ada juga dugaan korupsi alih fungsi kawasan Hutan Lindung menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Kapuas Hulu di dengan nilai kerugian negara sebesar Rp108.922.926.600. Terakhir, kasus dugaan korupsi penerbitan izin IUPHHK-HTI PT di Kalimantan Barat dengan kerugian negara sebesar Rp51.553.374.200.

“Total kerugian negara dari lima kasus yang kami temukan nilainya mencapai Rp 1.927.777.824.920,“ tegasnya.

Sementara itu, saat disinggung nama nama pejabat serta pengusaha yang terlibat dalam kasus tersebut, Tama enggan mengungkapkannya secara gamblang. Dia pun beralasan bahwa itu demi menjaga kerahasiaan data yang mereka miliki saat ini.

“Yang pasti sejauh ini bukti slip terima tercatat ada perbankan ada penerimaan ke beberapa pejabat negara,“ tandasnya.

Tama menambahkan, pihaknya sebenarnya juga sangat menyesalkan kerugian negara secara besar-besaran yang terjadi akibat ulah para pejabat negara tersebut. Dengan data yang akan diserahkan ke KPK beberapa hari mendatang, Tama pun berharap menjadi langkah awal pengembalian kerugian negara.

“Kerugian negara bisa ditanggulangi atau sekurang kurangnya dihentikan jika saja pemerintah dan penegak hukum serius melakukan upaya pemberantasan mafia hutan ataupun pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam,“ pungkasnya.

Sumber: Sindonews.com

KPU Rilis DCS Via Situs dan Media Cetak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan Daftar Caleg Sementara (DCS) dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014, hari ini, Kamis (13/6/2013). KPU akan memanfaatkan situs resminya di www.kpu.go.id dan sejumlah media cetak untuk mengumumkan seluruh DCS yang telah lolos verifikasi tahap dua kemarin.

"Nanti sore rencana akan di-publish di website KPU. Rencananya pukul 16.00 WIB," kata Komisioner KPU Arief Budiman, kepada wartawan.

Arief menjelaskan DCS yang nantinya akan diumumkan melalui situs web KPU akan memuat data lengkap yang meliputi profil seorang caleg. Data lengkap itu meliputi lambang parpol, daerah pemilihan, foto caleg, alamat lengkap, hingga pendidikan caleg. Sedangkan data yang akan diumumkan melalui media cetak mulai besok, Jumat (14/6/2013), hanya akan memuat nama caleg dan daerah pemilihannya.

"Di koran tidak memuat foto karena terlalu banyak," terang Arief.

Selanjutnya, setelah DCS diumumkan, KPU akan membuka kesempatan selama 14 hari kepada masyarakat untuk memberi masukan kepada KPU terkait caleg yang maju dari daerah konstituen mereka. Masyarakat yang ingin memberikan masukkan harus menyertakan data diri lengkap berikut fotokopi KTP sebagai bentuk pertanggungjawaban aduan tersebut. Jika tidak, maka laporan dari masyarakat itu tidak akan diproses oleh KPU.

Sementara itu, jika nantinya KPU telah menerima laporan dari masyarakat, maka KPU akan mengecek kembali kebenaran laporan masyarakat kepada parpol yang mengusung caleg yang dilaporkan. Jika laporan masyarakat yang menyatakan caleg tersebut bermasalah maka KPU dapat mencoret nama caleg tersebut. Selanjutnya, parpol dapat mengajukan nama pengganti caleg itu.

Arief mengungkapkan, ada tiga syarat seorang caleg yang telah ditetapkan di dalam DCS dapat diganti. Pertama, caleg yang diajukan oleh parpol meninggal dunia. Kedua, caleg yang diajukan oleh parpol menyatakan mengundurkan diri sebagai caleg. Ketiga, karena ada tanggapan dari masyarakat yang menyatakan seorang caleg bermasalah.

Nantinya, setelah parpol mengajukan pengganti caleg yang bermasalah, KPU akan kembali melakukan verifikasi final sebelum menetapkan para caleg itu ke dalam daftar caleg tetap (DCT) pada 25 Agustus 2013.

Seperti diketahui, sebanyak 6.637 berkas bakal caleg diajuakan oleh parpol peserta pemilu kepada dari 77 Daerah Pemilihan yang ada. Jumlah itu mengalami peningkatan dari jumlah sebelumnya yang hanya 6.577 berkas bacaleg. Meski demikian, dari 6.637 berkas, hanya 6.560 berkas bakal caleg yang dapat masuk di dalam Daftar Caleg Sementara (DCS). Dari jumlah itu, sebanyak 2.445 caleg perempuan, dan 4.115 merupakan caleg laki-laki. Sisanya sebanyak 77 berkas dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Korupsi di Tambang dan Perkebunan, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Jakarta - Korupsi di Indonesia terjadi di segala sektor, tak terkecuali di bidang sumber daya alam. Jumlah kerugian negara diperkirakan sudah menyentuh angka triliunan rupiah.

Dalam invetigasi yang dilakukan Koalisi Anti Mafia Hutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan, telah ditemukan indikasi 5 kasus tindak pidana korupsi di bidang sumber daya alam. Satu dugaan suap penerbitan izin pertambangan, tiga dugaan korupsi pada sektor perkebunan dan satu dugaan korupsi pada sektor kehutanan.

Berikut detail dugaan korupsi yang dirilis Koalisi Anti Mafia Hutan di RM Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2013).

1. Laporan Dugaan Korupsi PTPN VII di Sumatera Selatan, potensi kerugian Rp 4.847.700.000
2. Dugaan korupsi pemberian IUPHHK-HTI di kawasan Hutan Rawa Gambut Merang - Kepayang, potensi kerugian Rp 1.762.453.824.120
3. Dugaan gratifikasi proses penerbitan izin usaha pertambangan di kota Samarinda, besaran suap Rp 4.000.000.000
4. Dugaan korupsi Alih Fungsi Kawasan Hutan Lindung menjadi Perkebunan Sawit di Kab. Kapuas Hulu, potensi kerugian Rp 108.922.926.600
5. Dugaan korupsi penerbitan izin IUPHHK-HTI PT di Kalbar, potensi kerugian Rp 51.553.374.200

Koalisi Anti Mafia Hutan merupakan gabungan LSM yang peduli lingkungan seperti ICW, Walhi Sumsel, Jatam Kaltim, Gemawan, dan yayasan Titian. Peneliti ICW Tama S Langkun meminta kementerian BUMN mengevaluasi perusahaan pemerintah di sektor sumber daya alam.

"Kami meminta pencabutan izin usaha perusahaan, seperti tadi yang disampaikan dari Samarinda, entang dugaan gratifikasi usaha pertambangan," tuturnya.
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id
JAKARTA,BB – Hasil perhitungan cepat atau quick count pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Selatan periode 2013-2018 dimenangkan oleh pasangan Alex Noerdin – Ishak Mekki.

Berdasarkan quick count yang digelar oleh Indo Barometer bekerjasama dengan Metro TV menunjukkan bahwa Alex Noerdin – Ishak Mekki memperoleh suara terbanyak, yaitu 35,02%.

Posisi berikutnya ditenggeri pasangan Herman Deru – Maphilinda Syahrial Oesman (34,62%), Eddy Santana Putra – Anisja Djuita (19,36%), dan Iskandar Hasan – Hafisz Tahir (11,00%).

Perbedaan suara antara Alex Noerdin – Ishak Mekki dan Herman Deru – Maphilinda Syahrial Oesman terbilang tipis, hanya 0,62%. Berdasarkan quick count Alex Noerdin – Ishak Mekki memenangkan pemilukada dalam 1 putaran, karena telah memperoleh suara lebih dari 30%.

Namun, penentuan kemenangan Alex Noerdin – Ishak Mekki tetap mengacu pada penghitungan manual yang dilakukan oleh KPU Sumatera Selatan. Mengingat perbedaan suara yang tipis antara Alex Noerdin – Ishak Mekki dengan Herman Deru – Maphilinda Syahrial Oesman, KPU Sumatera Selatan harus cermat dan teliti dalam melakukan penghitungan manual untuk menentukan pemenang dalam pemilukada, guna menjaga situasi kondusif Provinsi Sumatera Selatan pasca pemilukada.

Berikut perolehan suara pasangan calon berdasarkan 100% suara masuk:

No Urut, Pasangan, Persentase

1. EDDY SANTANA PUTRA – ANISJA DJUITA : 19,36%

2. ISKANDAR HASAN – HAFISZ TAHIR : 11,00%

3. HERMAN DERU – MAPHILINDA SYAHRIAL OESMAN : 34,62%

4. ALEX NOERDIN – ISHAK MEKKI : 35,02%

Perolehan suara Herman Deru – Maphilinda Syahrial Oesman cukup besar mengalahkan suara Eddy Santana Putra – Anisja Djuita yang selama ini diprediksi akan menjadi penantang kuat Alex Noerdin – Ishak Mekki. Melihat hasil quick count, nampaknya menjelang pemilukada terjadi pergeseran suara dari Eddy Santana Putra – Anisja Djuita ke Herman Deru – Maphilinda Syahrial Oesman.

Terjadi akselarasi dukungan terhadap pasangan tersebut menjelang hari-hari terakhir pelaksanaan pemilukada Provinsi Sumatera Selatan.

Mengacu hasil quick count Indo Barometer, tingkat partisipasi pemilih (voter turn out) pada pemilukada Provinsi Sumatera Selatan sebagai berikut:

Partisipasi Pemilih, Persentase,
SUARA SAH 66,22%

SUARA TIDAK SAH 2,89%

SUARA TIDAK DATANG 30,89%

Apabila dijumlah antara suara sah dan suara tidak sah, angka partisipasi pemilih sebesar 69,11%. Sedangkan suara tidak datang ke TPS sebesar 30,89%. Angka partisipasi pemilih di pemlukada Provinsi Sumatera Selatan relatif tinggi jika dibandingkan pemilukada provinsi lain, seperti Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Angka partisipasi pemilih pemilukada Provinsi Sumatera Selatan hampir mencapai 70%.

Quick count Indo Barometer dilaksanakan di 350 TPS sampel yang diambil dari 16.579 TPS yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Dari total pemilih (DPT) 5.825.765 pemilih. Dengan jumlah sampel sebesar itu, margin of error quick count adalah ± 1% pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 99%.

"Quick count menggunakan metode multi stage random sampling, yaitu metode acak bertingkat dengan mengambil sampel di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan," tulis Press Release yang ditandatangani Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari.
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id

HASIL QUICK COUNT PILKADA SUMSEL: Alex-Ishak Unggul 35,5% & Derma 34,75%

JAKARTA--Hasil hitung cepat (quick count) pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Sumatra Selatan dari Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), pasangan calon gubernur petahana nomor urut 4 Alex Noerdin-Ishak Mekki untuk sementara unggul dengan perolehan 35,50% suara.

Pasangan Alex-Ishak menyalip pasangan nomor urut 3 Herman Deru-Maphilinda Boer (Derma). Pada saat suara yang masuk baru 32,83%, pasangan Derma unggul, sedangkan Alex-Ishaq diurutan kedua.

Pasangan Derma memperoleh 34,75% suara, beda tipis dengan Alex Noerdin.

Hasil hitung cepat sementara versi SMRC itu disiarkan oleh salah satu staisiun televisi Indosiar. Total suara yang sudah masuk baru mencapai 65%.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Eddy Santana Putra-Anisja D.Supriyanto memperoleh suara 19,27%, pasangan nomor urut 2 Iskandar Hasan-Hafisz Tohir 10,48%.

Dari hasil quick count sementara itu, terlihat pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer bersaing dengan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Namun, komposisi perolehan suara dari keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel 2013-2018 itu masih terus berubah, karena suara yang masuk baru 65%.

Sumber: http://www.bisnis.com/m/hasil-quick-count-pilkada-sumsel-alex-ishak-unggul-355-derma-3475
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id

Quick count Pilgub Sumsel, Herman dan Alex bersaing ketat

Pasangan Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman (Derma) bersaing ketat dengan Alex Noerdin -Ishak Mekki dalam hitung cepat (quick count) Pilgub Sumatera Selatan 2013, Kamis (6/6).

Hasil quick count Indobarometer menunjukkan Derma unggul sementara dengan 34,85 persen. Namun, Alex-Ishak mengintai dengan 33,54 persen. Selanjutnya, Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung memproleh suara sebesar 18,15 persen, dan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir sebesar 13,94 persen.

Namun demikian, proporsi perolehan suara bisa berubah jika melihat data yang masuk baru 33 persen.

Sementara itu, menurut hitung cepat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman (Derma) juga unggul sementara dengan 38,24 persen.

Selanjutnya, Alex Noerdin -Ishak Mekki sebesar 33,59 persen, Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung sebesar 18,08 persen, dan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir sebesar 10,09 persen.

Proporsi suara itu juga bisa berubah, mengingat data masuk SMRC baru 10 persen. Batas kesalahan (margin of error) dalam kedua hitung cepat ini adalah +/- 1 persen.

Sumber: http://m.merdeka.com/politik/quick-count-pilgub-sumsel-herman-dan-alex-bersaing-ketat.html
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id

Hasil Hitungan Cepat (Real Quick Count) Pilgub Sumsel 2013

Pilgub Sumsel akan segera dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2013 secara serentak di berbagai daerah sumatra selatan untuk pemilihan gubernur sumatra selatan. Bukan hanya pilgub saja tetapi ada juga pemilukada yang lainnya yaitu  pilkada Kabupaten Banyuasin, pilkada Kabupaten Lahat, pilkada Kabupaten Empat Lawang dan pilkada Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI. Jadi masyarakat sumsel memiliki 5 pimilukada pada bulan juni.

Tentunya anda warga masyarakat sumsel terutama tim sukses kandidat sangat membutuhkan hasil hitungan cepat pilgub sumsel 2013 ini atau yang sering disebut hasil quick count pilgub sumsel 2013.

Terdapat 4 pasangan kandidat atau calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bersaing sengit di pemilukada sumsel nanti yaitu:  

Alex Noerdin dan Ishak Mekki yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Bulan Bintang (PBB)

Eddy Santana Putra dan Anisa Juwita Tatung yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan PKPB

Herman Deru dan Maphilinda Syahrial Oesman yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Irjen Pol Iskandar Hasan dan Hafisz Tohir yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bintang Reformasi (PBR)
Berikut ini adalah daftar lengkap harta kekayaan cagub-cawagub Sumsel
Cagub No Urut 1 Eddy Santana Putra
Rp5,04 miliar (15/3/2010)
Rp11,91 miliar (14/3/2013)
US$472

Cawagub No Urut 1 Anisja Djuita Supriyanto
Rp20,49 miliar (14/3/2013)
US$294.416

Cagub No urut 2 Iskandar Hasan
Rp4,62 miliar (20/6/2011)
Rp12,94 miliar (28/3/2013)

Cawagub no urut 2 Achmad Hafisz Tohir
Rp6,89 miliar (1/3/2013)
US$12.568

Cagub no urut 3 Herman Deru
Rp17,77 miliar (6/3/2010)
Rp29,33 miliar (19/3/2013)

Cawagub no urut 3 Maphilinda Boer
Rp15,18 miliar (28/2/2013)
US$153.112

Cagub No urut 4 Alex Noerdin
Rp19,69 miliar (16/3/2012)
Rp28,13 miliar (7/3/2013)

Cawagub no urut 4 Ishak Mekki
Rp9,53 miliar (31/7/2012)
Rp12,72 miliar (14/3/2013)
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id

Hasil Quick Count PILKADA SUMSEL 2013

Pilgub Sumsel akan segera dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2013 secara serentak di berbagai daerah sumatra selatan untuk pemilihan gubernur sumatra selatan. Bukan hanya pilgub saja tetapi ada juga pemilukada yang lainnya yaitu  pilkada Kabupaten Banyuasin, pilkada Kabupaten Lahat, pilkada Kabupaten Empat Lawang dan pilkada Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI. Jadi masyarakat sumsel memiliki 5 pimilukada pada bulan juni.

Tentunya anda warga masyarakat sumsel terutama tim sukses kandidat sangat membutuhkan hasil hitungan cepat pilgub sumsel 2013 ini atau yang sering disebut hasil quick count pilgub sumsel 2013.

Terdapat 4 pasangan kandidat atau calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bersaing sengit di pemilukada sumsel nanti yaitu:  

Alex Noerdin dan Ishak Mekki yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Bulan Bintang (PBB)

Eddy Santana Putra dan Anisa Juwita Tatung yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan PKPB

Herman Deru dan Maphilinda Syahrial Oesman yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Irjen Pol Iskandar Hasan dan Hafisz Tohir yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bintang Reformasi (PBR)
Berikut ini adalah daftar lengkap harta kekayaan cagub-cawagub Sumsel
Cagub No Urut 1 Eddy Santana Putra
Rp5,04 miliar (15/3/2010)
Rp11,91 miliar (14/3/2013)
US$472

Cawagub No Urut 1 Anisja Djuita Supriyanto
Rp20,49 miliar (14/3/2013)
US$294.416

Cagub No urut 2 Iskandar Hasan
Rp4,62 miliar (20/6/2011)
Rp12,94 miliar (28/3/2013)

Cawagub no urut 2 Achmad Hafisz Tohir
Rp6,89 miliar (1/3/2013)
US$12.568

Cagub no urut 3 Herman Deru
Rp17,77 miliar (6/3/2010)
Rp29,33 miliar (19/3/2013)

Cawagub no urut 3 Maphilinda Boer
Rp15,18 miliar (28/2/2013)
US$153.112

Cagub No urut 4 Alex Noerdin
Rp19,69 miliar (16/3/2012)
Rp28,13 miliar (7/3/2013)

Cawagub no urut 4 Ishak Mekki
Rp9,53 miliar (31/7/2012)
Rp12,72 miliar (14/3/2013)
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id

Hasil Quick Count PILKADA Sumatera Selatan

Pilkada Serentak di Sumatera Selatan 2013 - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Selatan (Sumsel) memutuskan pelaksanaan lima pemilihan kepala daerah (Pilkada) di daerah itu dilaksanakan serentak pada 6 Juni 2013. Lima pilkada secara serentak yaitu pemilihan Gubernur Sumsel, pilkada Kabupaten Banyuasin, pilkada Kabupaten Lahat, pilkada Kabupaten Empat Lawang dan pilkada Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI."

Untuk Pemilihan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan 2013 bertarung 4 pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur yang akan memimpin provinsi tersebut untuk periode 2013-2018. Masing-masing pasangan calon terebut adalah Herman Deru-Maphilinda, Alex Noerdin-Ishak Mekki, Eddy Santana-Anisa Juita Tatung dan Mantan Kapolda Sumsel Iskandar Hasan yang berpasangan dengan Hafiz Tohir.

#Untuk Hasil Quick Count Pilkada Sumsel 2013 - Lihat Klik Disini : Hasil Quick Count Pilkada Sumsel 2013

Hasil Quick Count Pilkada Serentak di Sumsel 2013 #Hasil Pilkada Lahat 2013 #Hasil Pilkada Banyuasin 2013 #Hasil Pilkada Empatlawang 2013 #Hasil Pilkada Ogan Komering Ilir 2013

Lembaga Survei Puskaptis - Untuk mengetahui sejauh mana popularitas dan elektabilitas dari 4 pasang calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel mendatang, belum lama ini Puskaptis telah melakukan survey dan saat ini hasilnya sedang direkap dan dikaji oleh Puskaptis. Pilgub Sumsel yang akan berlangsung ini tidak akan kalah seru dengan Pemilihan Walikota (Pilwako) Palembang, yang baru saja mendapatkan pemenang.

Terkait Pilkada Kota Palembang yang baru saja selesai, Husin mengaku sangat puas karena hasil survey yang telah dilakukan Puskaptis tidak jauh beda dengan hasil penghitungan suara di KPU Palembang. Dalam Pilgub Sumsel yang akan berlangsung ini, selain diprediksi tidak akan kalah seru dengan pilwako, bahkan pertarungan dalam pilkada gubernur
Kunjungi Juga:
www.agrobisnis-online.blogspot.com
www.tokotani-online.blogspot.com
www.dmki.or.id
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Palembang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger